Kabar Terkini – Menteri Koodinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebutkan seorang pemimpin mesti bisa mengajak rakyatnya membangun situasi tenang. Hak tersebut disampaikannya pada acara Rapat Koordinasi Pemilihan Kepala Daerah (Rakor Pilkada) serentak yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Wiranto yang berada di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (31/01/2017) menegaskan jangan dengan mengajak membuat keadaan menjadi tidak tenang, karena pilkada bukan cuma milik pemerintah, kontestan, tetapi juga milik rakyat. Ini mesti diingat dengan benar-benar. Mantan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) juga berpendapat banyaknya pemimpin yang akhirnya harus meninggalkan amanah rakyat sebab tidak menjiwai jabatannya dengan profesional.
Wiranto juga menyebutkan, pemimpin yang dimaksud malah menjadi pembesar yang orientasinya cuma untuk kesejahteraan diri sendiri. Banyak orang yang dipilih rakyat menjadi pemimpin, namun malah mejadi pembesar. Beda, pembesar tersebut lebih kepada seorang raja. Orientasinya kekuasaan, menyedot kekayaan.
“Sejatinya seorang pemimpin yang dirindukan oleh rakyat adalah pemimpin yang memiliki jiwa pampong praja atau mengayomi rakyat. Bukanlah seorang pemimpin yang berjiwa pangeh praja. Namanya pangreh praja yaitu pemimpin yang menguasai agar jangan sampai ada rakyat yang mengganggu,” tandas Wiranto.
